Jumat, 27 Januari 2012

Cuaca Buruk Di Selat Lombok

Cuaca buruk yang melanda Selat Lombok hingga Jumat (27/1/2012) membuat pihak pengelola pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali tidak mau ambil risiko. Pengelola pelabuhan Padang Bai masih menutup jalur penyeberangan yang menghubungkan Padang Bai-Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mau ke Sumbawa, bawa sayuran. Hancur pak, rugi sekitar Rp 60 juta.

Akibat aktivitas pelabuhan lumpuh total, ratusan kendaraan kini terpaksa mengantre di dalam hingga 6 kilometer di luar pelabuhan. Penutupan yang telah berlangsung selama 2 hari ini berdampak pada rusaknya barang angkutan sejumlah truk yang akan menyeberang ke Lombok.

Setyanto, salah seorang sopir yang membawa sayur-sayuran mengaku merugi puluhan juta rupiah akibat barang bawaannya rusak dan kemungkinan besar tidak bisa dipasarkan lagi. "Mau ke Sumbawa, bawa sayuran. Hancur pak, rugi sekitar Rp 60 juta," ujar Setyanto. Sudah 4 hari disini, ya mau bagaimana lagi, keadaannya seperti ini," imbuh Setyanto pasrah.

Seperti diberitakan, aktivitas pelabuhan Padang Bai sejak Selasa (24/1/2012) lalu terganggu akibat ketinggian gelombang yang mencapai 5 meter. Sebelumnya pihak pengelola pelabuhan memberlakukan sistem buka tutup, namun sejak Kamis (26/1/2012) pagi kemarin, pelabuhan ditutup total karena tidak memungkinkan untuk melakukan penyeberangan.

Rabu, 25 Januari 2012

Jalan Tol Cinere Jagorawi

Jalan Tol Cinere Jagorawi (Cijago) Seksi I akan segera beroperasi. Rencanaya ruas jalan yang merentang dari Cimanggis hingga Jalan Raya Bogor itu diresmikan pada 27 Januari 2012.

Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya, Bambang Hartanto, mengatakan peresmian jalan tol itu akan dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto.

Sebelum peresmian, lanjutnya, jalan bebas hambatan itu telah dua kali melalui uji laik fungsi. Pengujian tersebut dilakukan langsung oleh tim dari Kementerian Perhubungan dan Pekerjaan Umum.

"Pengujian terakhir hasilnya baik dan dinyatakan layak beroperasi," kata dia seperti dikutip dari situs resmi Lantas Polri, Kamis 26 Januari 2012.

Jalan tol yang telah melalui proses konstruksi selama hampir enam tahun itu memiliki panjang 3,7 Km. Untuk memasuki tol, pengendara kendaraan roda empat yang datang dari arah Jalan Raya Bogor, dapat melalui pintu Tol Cisalak I dan membayar tarifnya di Tol Cisalak II.

Sedangkan mereka yang datang dari arah Jakarta dapat memasuki jalan bebas hambatan itu dari pintu Tol Cibubur dan membayarnya di Tol Cisalak I.

Sementara pengguna kendaraan dari arah Bogor dapat masuk melalui pintu Tol Cimanggis I dan membayarnya di Tol Cisalak I. Jalan tol ini diharapkan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Kota Depok.

Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dindin Djaenudin, menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Kota Depok perihal tindakan pengamanan dalam prosesi peresmian jalan tol itu.

529 Biota Hewan Laut

Penelitian yang dilakukan di perairan selatan Jawa dan barat Sumatera antara 2004-2006 mengungkap 529 biota laut dalam yang berpotensi untuk mendukung ketahanan pangan. Masing-masing 415 termasuk dalam jenis ikan, 68 jenis udang dan kepiting, serta 46 lainnya adalah jenis cumi-cumi.

Temuan ini sangat berguna karena selama ini, pemanfaatan sumber daya laut hanya menyentuh daerah laut dangkal di kedalaman kurang dari 200 meter. Padahal, perairan laut dangkal hanya mencakup 30 persen dari total lautan yang ada di Bumi.

Meski demikian, upaya pemanfaatan sumber daya alam laut dalam perlu diperhatikan. Berdasarkan penelitian, rasio jenis kelamin dari ikan laut dalam dan udang laut dalam yang ditemukan lebih banyak jantan daripada betina.

"Ini berarti bahwa jenis-jenis itu sangat rentan jika tidak dimanfaatkan dengan benar," ungkap Ali Suman, peneliti dari Badan Penelitian Perikanan Laut Jakarta Badan Litbang Kelautan dan Perikanan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional "Keanekaragaman Hayati Laut untuk Ketahanan Pangan" yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rabu (25/1/2012), di Jakarta.

Salah satu spesies yang ditemukan di laut dalam wilayah selatan Jawa adalah kepiting merah raksasa. Kepiting dengan kaki panjang dan capit besar ini berasal dari kedalaman 810 meter serta memiliki berat 3,52 kg.

Jenis lain yang unik adalah Benthodesmus sp yang berasal dari kedalaman 700 meter. Selain itu juga ada jenis ikan yang berkepala besar namun memiliki otak yang relatif kecil, yakni jenis Squalogadus modificatus.

Temuan lainnya yang mencengangkan, ada banyak jenis udang dan lobster mewah yang juga ditemukan. Jenis-jenis tersebut melimpah namun belum banyak dimanfaatkan. Di antaranya Plesiopenaeus edwardsianus, Heterocarpus sibogae, dan Nephrosis stewarti.

Sementara itu di barat laut Sumatera, terdapat pula ragam jenis ikan lainnya. Beberapa spesies tampak seperti alien, berbentuk aneh. Misalnya Ostracoberyx dirogens yang punya mata besar dan Setarches guentheri yang berwarna merah dan punya rupa aneh.

Adapun jenis-jenis udang yang ditemukan antara lain Heterocarpus laevigatus, Achanthephyra armata, Plesiopenaeus edwarsianus, serta Aristeus virilis. Spesies spesies tersebut ditemukan di kedalaman 400-950 meter.